Emre Can Ingin Hadirkan Trofi di Anfield

emre can

Telah semusim bergabung ke Anfield, Emre Can mengungkapkan hasratnya untuk bisa memberikan trofi-trofi bergengsi bagi Liverpool dengan hasil usahanya. Dia berharap bisa memulai siklusnya dengan gelar di Piala Eropa U-21 bersama timnas Jerman.

Can bergabung dengan Liverpool pada awal musim 2014/2015 kemarin. Pemain 21 tahun itu langsung jadi bagian penting skuat asuhan Brendan Rodgers dengan tampil 40 kali di berbagai ajang kompetitif, mencetak satu gol dan satu assist. Performanya yang cukup bagus dan stabil untuk ukuran “member baru” menjadikannya pilihan utama Rodgers untuk mengisi lini tengah Liverpool.

Pemain yang bisa dimainkan di banyak posisi ini mengaku memutuskan bergabung Liverpool tak cuma karena berharap bisa mendapatkan waktu bermain yang melimpah, tapi juga ingin meraih berbagai gelar. Setelah gagal meraih trofi bersama ‘Si Merah’ di musim perdananya, dia berharap bisa memulai siklus dengan memenangi gelar Piala Eropa U-21 bersama timnas Jerman.

Can sejatinya sudah punya sejumlah trofi dalam koleksinya. Dia merupakan bagian dari skuat Bayern Munich saat meraih treble pada musim 2012/2013 dan memenangi Piala Super Jerman di 2012. Namun demikian, perannya amat kecil saat itu mengingat hanya sempat bermain empat kali untuk Die Roten.

Emre Can tidak datang jauh-jauh ke Liverpool untuk sekedar bermain sepakbola, dia ingin memenangi banyak trofi bersama Liverpool. Oleh karena itu Can akan unjuk gigi akan kualitasnya di Piala Eropa bersama timnas U-21 Jerman. Pengalaman yang didapatnya ketika membela Timnas Jerman di Piala Eropa akan  banyak membantu ketika dia bermain di level klub. Usianya yang masih sangat muda yaitu 21 tahun merupakan prospek masa depan untuk lini tengah Liverpool, yang sejatinya musim lalu sudah ditinggalkan oleh Steven Gerrad.

Disamping itu, rekan Can yaitu Lallana berkomentar tentang Raheem Sterling yang masa depannya sangat ricuh di perbincangkan. Sterling telah menjadi komiditi panas berkat aksi dan skillnya di atas lapangan, banyak tim papan atas Eropa yang mengejar tanda tangannya. Melihat itu Lallana berharap Sterling tetap berseragam The Reds sampai tahun-tahun kedepan.

Tidak ada Medali Liga Champions untuk Vermaelen

vermaelen

Keberhasilan La Baulgrana dalam meraih trofi Liga Champions musim 2014-2015 pastinya membuat semua anggota tim bahagia, tidak terkecuali Thomas Vermaelen. Tampaknya kebahagian mantan kapten Arsenal tersebut harus segera berakhir.

Seperti disampaikan oleh 101.greatgoals.com sebuah situs asal Belanda, yaitu voetbalkrant.com mengabarkan Vermaelen harus mengembalikan medali juara Liga Champions yang ia terima. Masalahnya satu, Vermaelen tidak pernah sekalipun tampil membela Barca di Liga Champions musim 2014-15.

Menurut aturan UEFA, seorang pemain hanya bisa menerima medali Liga Champions bila ia tampil bermain membela timnya di ajang tertinggi antar klub Eropa tersebut. Sedangkan Vermaelen yang sebagian besar musim 2014-15 hanya melakukan penyembuhan dan pemulihan cedera hamstring, benar-benar tidak memberi kontribusi atas kesuksesan Barca menembus final di Berlin dan meraih gelar juara, karenanya ia tidak bisa disebut sebagai juara Liga Champions.

Hal ini cukup menbingungkan, tetapi dalam situasi ini Vermaelen bukanlah satu-satunya penggawa Barca yang tidak pernah dimainkan di Liga Champions. Kiper Claudio Bravo dan fullback Douglas Pereira serta Jordi Masip juga bernasib sama dengan mantan pemain Arsenal itu.

Kejadian ini juga berpengaruh terhadap Arsenal, The Gunner dijadwalkan akan mendapatkan dana 4 juta euro jika Barcelona menjuarai Liga Champions musim ini. Saat Arsenal menjual Vermaelen ke Barca musim panas lalu, disebut ada klausul dalam kontrak pemain Belgia itu bahwa Arsenal akan mendapat “bonus” dari Barca sekitar 4 juta euro atau sekitar 3 juta poundsterling (Rp 61 miliar).

Klausul itu akan aktif jika Barca menjadi juara Liga Champions yang mana dalam prosesnya Blaugrana berhasil melakukannya, usai mengalahkan Juventus 3-1 di final akhir pekan lalu di Berlin.

Namun seperti yang diberitakan , kewajiban Barca itu gugur karena Vermaelen sama sekali belum pernah tampil di Liga Champions musim ini untuk membela raksasa Catalonia dalam perjalanan menuju Final Liga Champions.

Setelah selesai dari penyembuhan cedera hamstring yang dideritanya, Vermaelen memulai debutnya di tim senior Barcelona untuk musim ini yakni di partai terakhir La Liga melawan Deportivo La Coruna.

Manisnya Perpisahan Xavi Dengan Barcelona

xavijuara460 (1)

Barcelona berhasil menjadi juara Liga Champions musim ini 201/4/2015. Melawan Juventus di Olimpiyastadion Berlin,Barca keluar sebagai pemenang usai menggilas Buffon dan kawan kawan dengan skor meyakinkan 3 – 1.

Xavi Hernandez mendapat hadiah terindah di pertandingan terakhirnya bersama Barcelona. Trofi juara Liga Champions 2014/2015 jadi kado perpisahan sempurna untuk gelandang berusia 35 tahun itu. Ibcbet .

Xavi sudah memutuskan menyudahi kariernya di Barcelona beberapa pekan lalu. Setelah memperkuat Blaugrana selama 17 tahun, dia memutuskan melanjutkan karier di Qatar bersama Al Sadd.

Setelah menyatakan akan angkat kaki, Xavi terus dapat hadiah perpisahan dari rekan-rekannya. Usai memenangi titel La Liga Primera, The Catalans kemudian juga menjuarai Copa del Rey.

Dan menyempurnakan pesta perpisahan untuk gelandang kelahiran 25 Januari 1980 itu adalah apa yang tersaji di Olimpiastadion, Minggu (7/6/2015) dinihari WIB ini. Barcelona meraih trofi Liga Champions 2014/2015 setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3-1.

Xavi tidak dipasang sebagai starter dalam pertandingan tersebut. Dia masuk lapangan di tengah babak kedua, tepatnya menit 78 menggantikan Andres Iniesta, saat Barcelona dalam posisi unggul 2-1.

Makin terasa spesial untuk Xavi adalah fakta bahwa kemenangan di Liga Champions ini mewujudkan mimpi Barca untuk kembali meraih treble. Barca bahkan menjadi klub Eropa pertama yang dua kali merebut treble.

Kemenangan di Berlin itu juga menandai laju bagus Barca di final Liga Champions. Dalam empat final terakhir, anak-anak Catalan selalu berhasil menang dan juara.

Sebaliknya bagi Juve, mereka dihantui catatan buruk di final. Sudah empat final terakhir mereka selalu kalah. Demikian seperti dicatat Infostrada.

Total sudah 25 trofi dikumpulkan Xavi dalam seragam Barcelona.

Xavi juga menorehkan rekor di pertandingan terakhirnya bersama Barcelona ini. Dia kini tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di Liga Champions (151 pertandingan). Di posisi kedua daftar ini diisi oleh Iker Casillas (150), yang masih berpeluang terus menambah jumlah penampilannya bersama Real Madrid musim depan.

Xavi di Liga Champions

Pertandingan – 151

Menang – 91

Prosentase Kemenangan – 60%

Gol – 11

Assist – 24

Titel – 4

Prediksi Kemenangan Barca Atas Juve Di Bantah Oleh Massimiliano Allegri

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Pertandingan Final Liga Champion sudah di depan mata, Juve akan menjadi lawan Barca di babak final liga Champions pada hari sabtu ini. Seperti terdapat banyaknya  isu / prediksi bahwa berat bagi Juve mendapatkan kemenangan dari Barca dan begitu pula banyak pihak yang menempatkan Blaugrana sebagai favorit ketimbang Juve.

Ada pula yang mengabarkan Barcelona disebut menjadi tim unggulan di laga final Liga Champions melawan Juventus adalah wajar, bukan karena tim Barca lebih kuat dari Juve tapi kemungkinan Barca memiliki pemain kelas satu seperti Lionel Messi.

Begitu pula Sang Leganda hidup Barcelona yakni Ronaldo Assis de Moreira alias Ronaldinho memberikan dukungannya terhadap eks klubnya itu jelang final Liga Champions melawan Juventus. Bahkan, pria asal Brasil tersebut sangat yakin Blaugrana bakal keluar sebagai pemenang di laga itu.

“Juventus memang luar biasa di Serie A musim ini, tetapi itu tak mengubah pandangan saya terhadap peluang Barcelona FC menjadi juara Liga Champions musim ini,” ucap Ronaldinho, seperti dikutip Daily Star, Jumat (5/6/2015).

Tapi semua itu hanyalah pandangan atau prediksi saja Bahwa Barca lebih unggul dari Juve.

Massimiliano Allegri sadar betul klub asuhannya, Juventus memang tak diunggulkan ketika berhadapan dengan Barcelona di final Liga Champions 2014-2015. Meski begitu, eks pelatih AC Milan tersebut memastikan bahwa Bianconeri takkan bermain bertahan di laga akhir pekan ini.

Banyak kalangan memprediksi jalannya pertandingan akan berlangsung antiklimaks.
Pasalnya, penampilan Barca sendiri memang hampir dapat dikatakan sempurna sepanjang musim ini. Terlebih sang calon lawan mereka, sedari awal memang tak diunggulkan untuk mencapai partai final apalagi menjuarai Liga Champions musim ini.

Melihat tanggapan tersebut, lantas mendapatkan komentar langsung dari Allegri jelang laga itu berlangsung. Ia pun mengakui bahwa penampilan klubnya memang jauh dari kata sempurna untuk tampil di Liga Champions. Walaupun begitu, Allegri tetap yakin, Juve mampu mengubah prediksi banyak kalangan tersebut.

“Kami tak akan ke Berlin hanya untuk menunggu mereka mencetak gol ke gawang kami, dan menjadi korban kehebatan mereka. Kami sadar betul dengan tantangan yang bakal kami hadapi, karena ini merupakan final Liga Champions,” terang Allegri, seperti dikutip UEFA.com, Jumat (5/6/2015).

“Sangat wajar apabila Anda harus berhadapan dengan sejumlah pemain terbaik di dunia di dalam skuad mereka, tapi hal ini tak seharusnya membuat Anda panik. Sebab, Barcelona tak seperti tim lainnya, yang mana Anda sangat membutuhkan kesabaran serta kekuatan mental,” tutupnya.

Transfer Saga Raheem Sterling

Sterling
Mantan punggawa Liverpool, Dietmar Hamann mendesak mantan klubnya untuk bersikap tegas dan berani kepada Bintang mereka Raheem Sterling.

Saga transfer Sterling belum berakhir. Pemain 20 tahun tersebut dikabarkan sangat ingin meninggalkan Anfield setelah menolak tawaran kontrak baru. Tawaran gaji mencapai 90.000 Pounds per pekan juga tidak bisa merayu Sterling agar bertahan di Liverpool.

Liverpool dikabarkan telah menaikkan harga Raheem Sterling menjadi 60 juta Pounds, apabila pemain yang bersangkutan tidak ingin lagi bermain di Anfield.

Sebelumnya harga yang dipatok adalah 45 juta Pounds untuk mendapatkan jasa Sterling. Namun evaluasi baru yang mereka lakukan telah membuat mereka menaikkan harga sang pemain.

Dengan beberapa klub besar dengan keuangan yang kuat seperti Chelsea, Manchester City, Bayern Munchen , Arsenal hingga Real Madrid, maka hal tersebut bukanlah persoalan berat. Hamann yakin bahwa Liverpool harus segera dengan tegas menentukan masa depan Sterling. Liverpool harus menunjukkan karakter mereka sebagai klub terbaik Inggris Raya saat ini.judi bola .

Berbagai pihak ikut memberikan nasihat untuk masa depan Sterling, seperti yang dikatakan oleh sang Kapten Steven Gerrad. Stevie meminta Raheem Sterling tetap bertahan di Anfield dan segera menandatangani kontrak baru.Gerrard yang akan segera meninggalkan The Reds rupanya tak ingin melihat Sterling hengkang. Gerrard menilai pelatih Liverpool saat ini Brendan Rodgers merupakan sosok manajer yang tepat untuk meningkatkan kemampuan Sterling.

Dan juga Wakil Kapten Liverpool, Jordan Henderson menyampaikan nasihatnya. Henderson menyarankan Raheem Sterling agar mengikuti langkahnya meneken kontrak baru di Anfield. Karena Liverpool diyakin adalah tempat yang sesuai bagi Sterling untuk menimbah ilmu.

Henderson sebelumnya terlibat saga kontrak baru dengan Liverpool, sama dengan Sterling.
Namun, ia akhirnya mengakhiri saga tersebut dengan meneken kontrak baru berdurasi lima tahun, plus gaji 100 ribu Pounds per pekan.

Saat ini hanya tersisa Sterling saja yang masih harus ‘diurus’ oleh Liverpool. The Reds sebelumnya sudah mencoba membujuknya berkali-kali untuk meneken kontrak baru, namun selalu gagal. Henderson pun akhirnya menyarankan juniornya itu agar mengikuti langkahnya. Tapi semua itu kembali lagi ke pribadi Raheem Sterling

Diatas Kertas Barca Menjadi Unggulan, Juventus Akan Beri Kejutan Di Lapangan

ogbonna

Barcelona akan menjadi lawan sulit bagi Juventus di final Liga Champions Juni mendatang.Pertandingan megah ini akan diselenggarakan di Olympiastadion tepatnya di Berlin,Jerman.

Juventus sadar benar bahwa Barcelona akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan saat keduanya bertarung pada pekan depan. Angelo Ogbonna memastikan Juve akan mengeluarkan 150 persen kemampuannya demi juara sekaligus memberikan kejutan diatas lapangan.

Juve dan Barca akan saling sikut di Olympiastadion, Berlin, pada 6 Juni nanti. Di atas kertas, wakil Spanyol itu lebih diunggulkan untuk menggondol piala ‘Kuping Besar’.

Barca akan dimotori oleh trisula maut dalam Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar. Ketajaman tiga pemain depan itu sudah terbukti karena mereka menghasilkan lebih dari 100 gol untuk Los Cules di sepanjang musim ini.

Terakhir kali Juve berjumpa Barca terjadi di babak perempatfinal Liga Champions 2002-03. Bianconeri keluar sebagai pemenang duel dengan agregat 3-2. Ogbonna meyakini Juve punya peluang.

“Kami sadar betul bahwa Barcelona adalah sebuah tim hebat tapi kami akan memberikan 150 persen di atas lapangan dan sangat memperhatikan setiap detil,” ucap bek Juve ini yang dikutip Football Italia.

“Kami adalah sebuah kelompok yang semakin kompak, setiap harinya. Di atas lapangan kami mencoba menunjukkan potensi penuh kami dan aku percaya bahwa pesan terkuat yang sudah kami kirim di musim ini adalah kekuatan dari bermain kolektif.”

“Sekarang kami mempersiapkan diri untuk tanggal 6 Juni. Kami akan mencoba melakoni laga dengan baik melawan Verona di akhir musim ini dengan cara terbaik dan melanjutkan perjalanan kami ke final Liga Champions,” imbuh Ogbonna.

Pertarungan Juve dengan Barca akan menandai duel perebutan treble gelar juara. La Vecchia Signora sudah meraih Scudetto dan Coppa Italia sedangkan Barcelona memastikan diri menjuarai La Liga dan baru akan melakoni final Copa del Rey pada Minggu (31/5).

1 Dekade Bagi Fabregas Dan 5 Musim Bagi Chelsea

fabregasi

Mantan pemain Arsenal Cesc Fabregas sudah begitu lama mengimpikan memori indah bersama English Premier League untuk melengkapi koleksi gelar juara di dalam karir sepakbolanya.Kabar indah tersebut akhirnya datang juga kepada Cesc meski dia harus menanti lebih dari 1 Dekade lama nya untuk memenuhi impiannya tersebut.

Fabregas memang berhasil menanamkan reputasinya sebagai salah satu gelandang top dunia sejak bermain di usia remaja bersama Arsenal. Namun, selama berseragam The Gunners ia hanya bisa mengoleksi satu medali Piala FA dan Community Shield.

Sempat pulang ke kampung halamannya di Spanyol dan membela Barcelona selama tiga musim, di mana pria kelahiran 4 Mei 1987 itu meraih dua titel La Liga. Namun tetap saja trofi Premier League jadi trofi yang paling diidam-idamkannya – saat Arsenal terakhir menjadi juara liga 2003/2004, Fabregas masih ada di tim junior -.

Maka dari itu di bursa transfer musim panas lalu, Fabregas menerima pinangan Chelsea untuk kembali merumput di Inggris. Akhirnya setelah menunggu 11 tahun, pemain 28 tahun itu merasakan juga bagaimana nikmatnya menjadi anggota tim juara Premier League.

“Aku sudah menunggu lama untuk ini. Benar-benar melegakan, kami sudah berusaha keras untuk mendapatkannya dan aku sangat bangga,” ujar Fabregas di Soccerway

Sedangkan Chelsea tempat pelabuhan Cesc saat ini juga mengalami hal serupa,Chelsea resmi menjadi juara Premier League musim ini. The Blues memastikannya melalui kemenangan atas Crystal Palace dengan skor 1-0, Minggu 3 Mei 2015. Trofi ini menjadi yang pertama dalam lima musim terakhir untuk London Biru.

Kapten klub yang bermarkas di Stamford Bridge, John Terry mengungkapkan betapa berartinya trofi ini untuk Chelsea. Dengan begitu Chelsea telah melewati masa-masa menyakitkan selama lima musim untuk menunggu gelar juara kembali singgah ke klub milik Roman Abramovich itu.

“Kami sudah menunggu selama lima musim, dan itu menyakitkan. Kami telah bekerja keras sepanjang musim untuk mendapatkan ini. Hal itu membuat kami sedikit grogi,” ujar Terry melansir Sportsmole, Senin (4/5/2015).

Terry juga menegaskan perjuangannya bersama klub yang telah membesarkan namanya tersebut akan terus berlanjut. Menurutnya saat ini ia dikelilingi oleh para pemain yang bagus dan manajer yang luar biasa.

John Terry telah membela Chelsea sejak tahun 1998. Pada tahun 2000 ia sempat dipinjamkan ke Nottingham Forrest. Selama berseragam The Blues, ia telah tampil pada 456 pertandingan, mencetak 48 gol, dan 23 trofi telah ia dapatkan.

Fabregas cepat menyatu dengan ‘Si Biru’. Ia berhasil memperoleh tempat penting di skuat Jose Mourinho, dan juga memainkan peran yang sangat penting. Salah satu indikatornya adalah, dia sudah membuat 17 assist.

Wenger Menyesal Lepas Fabregas

cesc-fabregas

Arsene Wenger mengaku sedikit menyesali kepergian Cesc Fabregas dari Arsenal, jelang pertandingan melawan Chelsea, tim yang kini diperkuat oleh sang gelandang, di Emirates akhir pekan ini.

Menurut Wenger, ia menyesal lantaran Fabregas-lah yang memutuskan untuk pergi dari The Gunners dan bergabung dengan Barcelona. Sang manajer berharap pemain Spanyol itu tak pernah pergi dari timnya.

“Penyesalan yang saya miliki terkait dengan keinginan dirinya untuk pergi dari sini. Klub ini dan diri saya sendiri punya pengaruh yang amat positif pada kehidupan Cesc, jadi saya merasa tak nyaman harus menegaskan kepergiannya di sini,” tutur Wenger pada London Evening Standard.

“Saya percaya bahwa saya akan lebih senang jika hal sebaliknya yang terjadi,” pungkasnya.