Hal yang Harus Dilakukan Belanda Adalah Peremajaan Skuat

Robin van Persie and Sneijder of the Netherlands react after Turkey's second goal during their Euro 2016 Group A qualifying soccer match in Konya, Turkey

Hal yang Harus Dilakukan Belanda AdalaUsia memang sangat mempengaruhi performa seorang pemain sepakbola. seiring bertambahnya usia maka performa
seorang pemain akan sedikit demi sedikit mengalami penurunan baik bagi dirinya sendiri ataupun tim yang dibelanya, contohnya Belanda yang dibantai Islandia

Tak sedikit pihak menilai, keberadaan pemain-pemain yang tak lagi muda menjadi salah satu alasan lain penurunan performa Belanda. Sebut saja Wesley Sneijder, Arjen Robben, Klaas-Jan Huntelaar, dan Robin van Persie yang diandalkan.

Dengan usia yang sudah berada di atas 30 tahun, kekuatan keempat pemain tersebut dinilai sudah jauh menurun dibanding saat berada pada usia keemasan. Robben memang masih menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang sayap, akan tetapi, jangan lupakan kondisi fisiknya yang kerap ditimpa cedera.

Lihat saja pada laga saat Belanda dikalahkan Islandia dengan skor 0-1 akhir pekan lalu. Saat itu Robben yang baru bermain selama 30 menit harus ditarik keluar lantaran mengalami cedera. Ketidakhadiran pilar Bayern Munich itu pun langsung membuat De Oranje kesulitan mengobrak-abrik wilayah pertahanan Islandia.

Pelatih Blind dinilai harus bisa memberikan kesempatan pada pemain-pemain muda berkualitas. Pemain-pemain muda diyakini akan dapat menyegarkan dan memberi warna baru pada pola permainan Belanda.

Sebenarnya, lini belakang dan lini tengah Belanda dalam beberapa pertandingan terakhir ini sering diisi oleh pemain-pemain muda, seperti Jeffrey Bruma, Stefan de Vrij, Jairo Riedewald, Daley Blind, dan Davy Klaassen. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi untuk lini serang yang mandul dalam dua laga terakhir.

Selain Memphis Depay dan Luciano Narsingh yang diplot untuk mengisi posisi Robben, tidak ada lagi pemain muda yang mengisi lini serang De Oranje. Pelatih Blind masih sering menjadikan Huntelaar dan Van Persie sebagai pilihan utama. Hal ini cukup mendapat sorotan, mengingat Belanda memiliki pemain yang lebih muda dan pantas dipertimbangkan sebagai andalan.

Salah satunya adalah Bas Dost. Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa Dost belum diberikan kesempatan mengisi starting line up De Oranje. Padahal, kepemilikan 20 gol dari 36 pertandingan di semua kompetisi bersama VfL Wolfsburg musim lalu telah menjadikannya sebagai salah satu penyerang yang patut diwaspadai.h Peremajaan Skuat

Legenda Belanda Mengaku Belum Pernah Lihat Indonesia Main

ruudgullit

Legenda sepakbola dunia asal Belanda, Ruud Gullit, menyatakan pembinaan sepak bola harus dimulai dari usia dini.

“Pembinaan dan pelatihan harus dimulai sejak dini yakni anak usia 14-15 tahun. Usia seperti ini sangat baik karena anak belajar memahami teknik dasar diimbangi latihan yang rutin,” katanya saat memberikan keterangan kepada media di Ambon, Maluku, Selasa (1/9/2015).

Ia mengatakan, tidak mudah melatih sepak bola jika tidak ditunjang latihan yang rutin serta pelatih yang baik dan menguasai teknik.

Ia menilai pelatih yang baik sangat penting. Bermain tanpa teknik yang baik adalah hal yang sia-sia.

“Saya belum pernah melihat permainan sepak bola tim Indonesia, tapi saya yakin para pemain dan pelatih Indonesia memiliki teknik dan strategi yang luar biasa,” katanya.

Diakuinya, lingkungan dan pengetahuan juga merupakan faktor penentu prestasi sepak bola suatu negara.

“Sangat penting menciptakan lingkungan yang baik untuk menumbuhkan bakat pemain. Jangan bermain dengan perasaan tetapi pengetahuan yang baik untuk mengorganisir suatu tim,” kata mantan pemain AC milan.

Gullit menjelaskan, kunjungan ke Ambon juga dimanfaatkan untuk melihat perkembangan sepak bola di Indonesia.

“Saya optimistis sepak bola di Indonesia akan jauh lebih baik sehingga bisa melangkah ke kompetisi yang lebih besar di tingkat Internasional,” tandasnya.

Kunjungan Gullit di Ambon juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 tahun. Kehadirannya di Ambon bersama keluarga, selain untuk bertemu dengan pendukung, juga bertujuan memberikan kontribusi untuk kegiatan lokal di Indonesia.

“Kesempatan kunjungan ke Ambon saya ingin melakukan sesuatu yang membawa kontribusi positif bagi masyarakat Ambon,” tandasnya.

Ditambahkannya, sekembalinya dari Ambon, dirinya akan mengajak teman dan kerabat lainnya untuk berkunjung ke Maluku, khususnya Ambon.

“Kehadiran saya di Ambon ingin mendapatkan informasi serta pandangan apa adanya tentang Maluku, karena itu saya ingin datang dan melihat langsung,” kata Ruud Gullit.